(Bahasa Indonesia SMP kelas IX/1)
Kompetensi dasar:
1.2. Mengomentari pendapat narasumber dalam dialog interaktif pada tayangan televisi/siaran radio
Materi:
Cara mengomentari pendapat dalam dialog dan implementasinya
Indikator :
- Mendata pendapat tiap-tiap narasumber
- Mengomentari pendapat narasumber dengan alasan yang menyakinkan
- Menemukan keteladan dari narasumber
Kegiatan Pembelajaran :
- o Mendengarkan rekaman atau tayangan/siaran dialog interaktif
- o Mendata pendapat tiap-tiap narasumber
- o Bertanya jawab mengenai pendapat para narasumber
- o Mengomentari pendapat tiap-tiap narasumber dengan alasan yang meyakinkan
- o Menemukan keteladanan dari narasumber
- o Membuat refleksi entang nilai-nilai hidup dari keteladanan narasumber
Di bawah ini disajikan contoh hasil laporan siswa sesudah mendengarkan dialog interaktif. (ch. enung martina)
Laporan Dialog Interaktif
Nama acara : Kick Andy
Yang menayangkan : Metro TV
Pembawa acara : Andy F. Noya
Narasumber :
- Karina de Vega (pemilik Panti Asuhan Eklesia)
- Fredollin Djoebere (finalis Idola Cilik II, penghuni Panti Asuhan Eklesia)
- Martin (penghuni Panti Asuhan Eklesia)
- Maria Fransiska Bira (penghuni Panti Asuhan Eklesia)
- M. Agus Gofurur Rochim (pemimpin Pondok Pesantren Madinnatunajah)
- Ardian Malawat (murid di Madinnatunajah)
- Yusuf (murid di Madinnatunajah)
- Agustina / Stien (pendiri Panti Asuhan Pniel)
- Emma Rachel (penghuni Panti Asuhan Pniel)
- Jelvan (penghuni Panti Asuhan Pniel)
- Arba (pengelola Panti Asuhan Al-Habibah)
- Ichsan Malik (aktivis perdamaian)
- Fitri Fausiah (psikolog lulusan UI)
Waktu penayangan :Jumat, 24 Juli 2009 Pukul 21.30 – 23.00
Topik : Anak – anak Korban Konflik di Ambon
Isi dialog :
Fredollin Djoebere,
atau biasanya dipanggil Olin, menceritakan pengalaman hidupnya saat
terjadi konflik besar di Ambon. Saat itu Olin masih kecil ketika konflik
terjadi. Ia terpaksa kabur ke hutan dan tinggal di sana selama 2 bulan,
tetapi akhirnya dipindahkan ke barak pengungsian. Perjuangan Olin tidak
berhenti sampai di situ saja. Ia mengaku sering bernyanyi saat hujan
deras di malam hari untuk mengabaikan rasa lapar. Ia berbuat seperti itu
karena bila ia bernyanyi lantang untuk mengalahkan suara hujan, ia akan
kelelahan dan tertidur, sehingga rasa lapar terlupakan. Akhirnya Olin
dan teman – temannya ditemukan oleh Ibu Karina de Vega, yang memang
membangun panti asuhan untuk melindungi dan merawat anak-anak korban
konflik di Ambon. Olin telah berjanji untuk tidak pernah menyerah dalam
menggapai mimpinya dan ia pun meraih kesuksesan. Dengan usaha dan
kemauan yang kuat, Olin telah berhasil mendapatkan peringkat 10 di acara
Idola Cilik II, mengalahkan lebih dari 12.000 anak lainnya.
Selain Olin,
Martin, yang juga merupakan anak asuh Ibu Karina, memiliki kenangan yang
sangat buruk dalam peristiwa konflik di Ambon. Ia menyaksikan ibunya
ditembak di depan matanya sendiri. Awalnya ia sempat merasakan dendam
yang sangat mendalam, tetapi dengan bimbingan Ibu Karina ia percaya
bahwa ia harus mengampuni orang lain. Martin mengatakan bahwa ia akan
belajar keras agar menjadi orang sukses, lalu ia akan kembali ke Ambon
untuk membangun tempat kelahirannya itu.
Ibu Karina juga
ikut menceritakan pengalamannya bersama anak-anak asuhnya. Pada saat
awal ia mulai merawat anak – anak korban konflik tersebut, ia menyadari
banyak di antara mereka yang terluka secara fisik. Ada yang telinganya
menjadi tuli dan banyak anak yang terkena serpihan bom. Ia menyatakan
bahwa anak – anak yang terkena serpihan bom itu awalnya baik – baik
saja, tetapi lama – kelamaan mulai mengeluh bahwa beberapa bagian tubuh
mereka sakit. Untungnya ia segera membawa mereka ke dokter dan mereka
semua bisa disembuhkan. Sampai sekarang ia masih merawat dan mendidik
mereka agar kelak mereka dapat menjadi orang yang baik. Ia berpesan
bahwa untuk berbuat baik kita tidak perlu menjadi orang kaya, yang
penting kita tulus dan ihklas dalam membantu orang lain.
Menurut Bapak
Ichsan Malik yang merupakan seorang aktivis perdamaian, pemicu konflik
di Ambon saat itu adalah Indonesia yang sedang mengalami krisis ekonomi.
Keadaan ekonomi sedang tidak stabil dan akhirnya muncul ricuh di mana –
mana. Ia mengatakan bahwa untuk mencegah hal semacam itu terulang lagi,
masyarakat harus belajar untuk menghargai perbedaan dan meningkatkan
integrasi bersama.
Lalu ada juga
cerita lain dari Ibu Agustina (biasanya dipanggil Ibu Stien). Pertama
kali ia mendirikan Panti Asuhan Pniel dengan tujuan menampung anak –
anak korban konflik di Ambon. Namun begitu panti asuhan mulai berjalan,
ia sempat merasa putus asa dan hampir menyerah karena anak – anak itu
begitu sulit untuk diatur dan tidak berdisiplin. Padahal ia sudah
berpengalaman dalam bidang tersebut karena ia juga memiliki panti jompo.
Tetapi akhirnya seiring dengan berjalannya waktu anak – anak itu sudah
bersikap lebih baik. Mereka mengisi waktu luang mereka dengan bernyanyi
dan bermain musik, dan kelompok paduan suara mereka pernah tampil dalam
kampanye Megawati-Prabowo belum lama ini. Semua anak yang pernah menjadi
korban konflik yang hadir di situ mendambakan perdamaian agar tak ada
lagi yang memiliki pengalaman pahit seperti mereka.
Penilaian :
a)
Acara : Acara Kick Andy selalu memberikan
inspirasi bagi orang – orang yang menontonnya. Topiknya juga tidak
membosankan dan disajikan dengan data yang jelas, lengkap dengan para
narasumber dan pakar di bidang yang sedang dibahas. Saya mendapat banyak
pengetahuan dari menonton acara ini, contohnya tentang kasus kematian
David, seorang murid di sekolah NTU, Singapur. Juga mengenai derita yang
dialami anak – anak yang mengalami korban konflik di Indonesia dan
berbagai informasi lainnya.
b) Pembawa
acara : Menurut saya, Pak Andy itu berkarisma dan pintar
bertanya pada para narasumbernya untuk mendapatkan informasi.
Penontonnya menjadi mengerti akan masalah yang dibicarakan dan apa yang
dialami para narasumber. Ia juga membawakan acara dengan santai seperti
berbincang – bincang dengan teman, sehingga para narasumbernya tidak
terlalu tegang dan gugup.
c)
Narasumber : Semua anak yang diundang dalam acara Kick
Andy kali ini memiliki cita – cita dan mimpi yang mulia; mereka ingin
membangun kembali Ambon dan mereka menginginkan perdamaian. Mereka tak
mau melihat orang lain menderita seperti mereka karena mereka tahu
bagaimana rasanya kehilangan keluarga dan tempat tinggal. Mereka telah
membuktikan bahwa mereka pun mampu meraih prestasi gemilang dan menjadi
pribadi yang utuh walau kehidupan tak selalu adil pada mereka.
d)
Isi : Secara keseluruhan, acara ini
sangat baik untuk disaksikan menurut saya. Kick Andy ditampilkan dengan
menarik dan dapat ‘membuka’ mata kita akan apa yang sebenarnya terjadi
di sekitar kita. Acaranya juga tidak hanya wawancara terus, kadang
diselingi lagu – lagu (seperti penampilan paduan suara dalam acara kali
ini) sehingga penontonnya tidak bosan.
Nilai hidup :
- Konflik dan perang hanya akan membawa penderitaan.
- Jangan pernah menyerah walau pun keadaan dan lingkungan sangat tidak mendukung, sebab bila kita terus berusaha, kita bisa meraih kesuksesan kelak.



0 comments:
Post a Comment